Jika membahas mengenai pendidikan seolah tidak ada habisnya. Karena pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk semua jenis usia. Dengan memiliki pendidikan yang mumpuni, kita akan mampu melihat dunia, dan mampu mengambil keputusan di saat sulit. Pendidikan yang baik.yakni dapat ditarik oleh masyarakat luas.

 

Hal Yang Berpengaruh Penting Terhadap Perbandingan Dua Sistem Pendidikan

Pendidikan yang berlangsung saat ini mempunyai suatu perbandingan umum. Perbandingan ini menggunakan sistem milik luar negeri yang melihat dalam pengembangan sikap patuhnya. Perbedaan yang ditimbulkan Indonesian membuatnya patah semangat dan serunya berkumpul bersama keluarga Sudah akan dua kali melihat televisi yaitu pagi dan malam hari. Berikut adalah beberapa perbedaan yang menyebabkan sistem pendidikan Indonesia jauh berbeda dengan di luar negeri.

 

1. Pendidikan Usia Dini

Indonesia mulai mengenalkan pendidikan di sekolah mulai usia sangat dini. Sistem pendidikan yang dibuat dengan gambaran sederhana seperti anak indonesia diberikan kesempatan untuk belajar di sekolah mulai umur tiga tahun. Hal ini tidak berlaku di luar negeri, karena mereka umumnya mulai duduk di bangku sekolah pada usia 7 tahun.

Walaupun sistem pendidikan usia dini baik untuk perkembangan motorik dan sosialisasi anak. Kedepannya mempunyai pengaruh buruk terhadap pengurangan waktu bermain mereka. Seharusnya mereka masih bersenang-senang untuk mengeksplorasi alam dan sekitarnya.Dia malah sudah mengenal kata stres dengan pendidikan yang teramat dini tersebut.

 

2. Jam Belajar Yang Lama

Ketika pergi ke sekolah untuk belajar. Ada sistem yang secara tidak langsung membebani siswa. Jam belajar ketika di sekolah umumnya 7 sampai 8 jam lamanya. Dengan lima hari kerja untuk sistem penghitungan hari efektif untuk sekolah. Sistem pengaturan lamanya waktu  dan hari belajar ini, secara tidak langsung membebani peserta didik, karena mau tidak mau harus mematuhinya. Sedangkan sistem pendidikan luar negeri waktu belajarnya hanya 3 sampai 4 jam saja. Sehingga anak tidak cepat merasa bosan dan tertekan.

 

3. Pemberlakuan Sistem Pekerjaan Rumah

Jika Anda mengamati dengan seksama, setiap institusi pendidikan Indonesia selalu memberikan PR yang wajib dikerjakan. Sistem yang satu ini juga dinilai memberatkan karena PR alias pekerjaan rumah secara tidak langsung memaksa anak untuk membawa beban belajar dari sekolah ke rumah. Padahal jika di luar negeri hal tersebut sangat tidak ada.

Pekerjaan Rumah akan memberikan dampak psikologi anak menjadi cepat lelah, bosan dan tertekan.  Seharusnya rumah dijadikan dasar untuk melepas penat karena seharian telah belajar di sekolah. Malah dijejali dengan pekerjaan rumah yang kerap kali menguras keceriaan anak dan orang tua.

 

4. Orientasi Hasil Lebih Diutamakan

Pendidikan di negara kita selalu menekankan pada keberhasilan diperoleh dari nilai ujian yang telah diikuti oleh siswa. Tidak sedikit dari siswa yang akhirnya depresi karena pemberlakuan sistem nilai sangat keterlaluan. Sering dalam prakteknya dijumpai siswa dengan rendah tersingkir dalam pertemanan dan penentuan masa depan yang lain. Cap negatif berupa bodoh akan selalu melekat di hati dan pikiran siswa. Walaupun dalam kesehariannya dia mengalami proses belajar yang sangat mengagumkan.

 

5. Sistem Orientasi Siswa Baru Yang Tidak Efisien

Ketika siswa mulai memasuki jenjang pendidikan yang baru, mereka akan menjalani masa orientasi siswa. Jika di luar negeri kegiatan yang satu ini sangat menyenangkan. Bersifat menyenangkan karena di sana ketika ada siswa baru yang akan memasuki babak baru dalam pendidikan, akan dikenalkan dengan hal positif dan menyenangkan.  Mereka akan diajak berkeliling untuk mendapatkan penjelasan lengkap tentang fasilitas belajar mengajar di sekolah. Selain itu mereka juga disuguhkan dengan atraksi seminar yang mampu menggugah pemikiran akan sekolah baru.

Kegiatan tersebut sangat berbeda dengan Indonesia, masa orientasi merupakan momok menyeramkan, yang biasanya berupa hal-hal yang berbau mempermalukan siswa dengan atribut aneh yang dikenakan. Dan tekanan yang memiliki unsur perkataan kasar dan keras dari para siswa lainnya yang sebagai panitia. Beberapa hal terkait orientasi di Indonesia bukan membentuk pribadi kuat dan kreatif, akan tetapi malah sebaliknya.

 

Perbedaan Sistem Pendidikan Terhadap Perkembangan Anak

Banyak sekali sistem pendidikan di negara tercinta kita ini memberikan pengaruh tidak menguntungkan untuk anak. Alih-alih melatih anak untuk disiplin dan pandai, pada kenyataannya hanya menyebabkan hilangnya kreatifitas dan kondisi psikologis jadi terganggu. Maka tidak sedikit para orang tua yang memilih menyekolahkan anak sampai ke luar negeri. Kini saatnya untuk melakukan perombakan sistem supaya kualitas peserta didik bernilai positif.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *