Pendidikan adalah pilar utama pembangunan bangsa. Cita-cita bangsa hanya dapat dicapai melalui pendidikan yang berkualitas. Pada faktanya, penyelenggaraan pendidikan di Indonesia masih banyak mengalami persoalan, sehingga banyak hambatan pula dalam pembangunan bangsa. Hambatan dalam pembangunan itu meliputi baik dalam hal pembangunan fisik maupun mental.

Aneka persoalan korupsi, persoalan SARA, ujaran kebencian, kejahatan, penindasan, aneka bentuk kriminalitas, serta aneka bentuk kejahatan moral yang terjadi menunjukkan bahwa mutu lulusan pendidikan belum menunjukkan hasil yang maksimal. Karena itu, perlu upaya bersama dalam menggerakkan berbagai elemen pendidikan demi kemajuan bangsa yang lebih baik.

 

Pembenahan yang Perlu Dilakukan dalam Pendidikan di Indonesia

Berbagai persoalan bangsa yang menunjukkan belum terlaksananya penyelenggaraan pendidikan secara maksimal perlu segera dibenahi. Perbaikan sistem pendidikan itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga semua pihak mulai dari sekolah, guru, orang tua, dan para siswa sendiri. Berikut beberapa hal yang perlu dibenahi dalam pendidikan di Indonesia, agar kehidupan berbangsa ini semakin maju dan beradab.

 

1. Sarana dan Prasarana Pendidikan

Ilmu pengetahuan teknologi yang semakin maju menuntut pula tersedianya sarana pendidikan yang semakin lengkap dan canggih. Jangankan canggih, bagi sekolah-sekolah yang berada di daerah dan bahkan di daerah terpencil, kelengkapan aneka sarana pendidikan tersebut masih jauh dari cukup.

Kelengkapan sarana pendidikan ini menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mewujudkannya.  Masih ada banyak hambatan baik mengenai situasi geografis Indonesia, situasi tingkat pendidikan yang belum merata, mentalitas, akses transportasi, dan lain-lain yang perlu diatasi secara berkesinambungan.

 

2. Sumber Daya Manusia atau Pendidik

Penggunaan sarana pendidikan yang baik dan canggih perlu diimbangi pula dengan kualitas sumber daya manusia. Para pendidik memiliki tuntutan yang tidak mudah dalam upaya memajukan kualitas pendidikan. Bukan hanya ilmu dan keterampilan yang dimiliki, tetapi juga semangat dalam mengembangkan ilmu tersebut dan nilai-nilai keteladanan hidup yang ditunjukkan kepada para siswa. Di samping itu, masih banyak pula dibutuhkan tenaga pendidikan yang bersedia mengabdi untuk mengajar di daerah-daerah terpencil.

 

3. Kesinambungan Sistem Pendidikan yang Dijalankan

Kemajuan zaman menuntut banyak orang untuk memiliki skill atau keterampilan yang ahli, meskipun dalam bentuk permainan. Orang semakin dituntut memiliki spesialisasi dalam bidangnya. Pendidikan memiliki tugas dalam menjawab kebutuhan zaman tersebut. Oleh karena itu, kurikulum pendidikan yang dirancang oleh pemerintah harus berjalan secara berkesinambungan sehingga setiap lulusan bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau memiliki spesialisasi untuk siap bekerja.

 

4. Mentalitas Korupsi

Pemerintah mengucurkan 20% dari anggaran APBN untuk pendidikan, namun dalam prakteknya anggaran tersebut belum bisa dinikmati sepenuhnya oleh anak-anak Indonesia. Salah satu sebabnya adalah mentalitas korupsi yang telah terjadi secara masif dan terstruktur dalam lembaga-lembaga pendidikan sendiri. Penyelesaian masalah korupsi pertama-tama adalah menyelesaikan masalah mentalitas. Mentalitas korup hanya bisa diberantas melalui pendidikan karakter yang berkualitas di sekolah.

 

5. Pendidikan Moral Bangsa

Aneka persoalan moral bangsa yang terjadi akhir-akhir ini tidak lepas dari gagalnya pembinaan moral bagi para siswa di sekolah. Hal ini diperparah pula dengan aneka kasus kejahatan moral yang terjadi di sekolah sendiri, seperti pelecehan seksual, tawuran, penindasan, pemukulan, dan lain-lain.

Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai karakter baik melalui pelajaran, kegiatan, dan keteladanan para guru akan mendukung terlaksananya pendidikan karakter yang baik di sekolah. Sehingga kehidupan berbangsa semakin bermoral dan beradab.

 

Pembenahan Secara Menyeluruh dan Bersama-Sama

Pembenahan kualitas pendidikan di Indonesia bukan hanya tanggung jawab salah satu pihak, misalnya pemerintah saja. Mulai dari pemerintah, pengawas, guru, orang tua, dan siswa memiliki perannya masing-masing dalam mengembangkan pendidikan yang berkualitas. Mentalitas yang baik dalam semangat membenahi aneka persoalan pendidikan di atas akan mendorong pula perbaikan kualitas pendidikan, sehingga pembangunan bangsa dapat terwujud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *