Bank Dunia (World Bank) menyebut bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini terungkap melalui pernyataan Rodrigo Chaves, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, bahwa dari indikator peringkat kualitas pendidikan yang diukur dari angka persoalan buta huruf, Indonesia masih menduduki peringkat teratas. Dari data yang ada, terdapat 55% anak Indonesia yang berusia 15 tahun masih mengalami buta huruf. Persentase ini lebih buruk dari Vietnam yang memiliki persentase kasus buta huruf sebesar 45%.

 

Reformasi Bidang Pendidikan Belum Maksimal

Program untuk melakukan reformasi dalam pendidikan sejatinya telah diupayakan sejak tahun 2002. Namun berbagai persoalan dalam bidang pendidikan masih saja terjadi, sehingga menghambat jalannya upaya perbaikan tersebut. Berbagai persoalan dalam sistem pendidikan menjadikan persebaran pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya merata.

Di samping itu, aneka persoalan seperti korupsi, kualitas sumber daya yang kurang mumpuni, semangat perbaikan diri yang sepenuhnya belum maksimal, serta aneka persoalan lain yang mengiringi menjadikan pemberdayaan pendidikan di Indonesia belum maksimal.

 

Berbagai Persoalan dalam Pendidikan di Indonesia

Masih rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berbagai persoalan tersebut kebanyakan adalah persoalan klasik yang timbul sejak dulu karena pemecahannya tak kunjung teratasi. Berikut beberapa hal yang menunjukkan masih rendahnya kualitas pendidikan di tanah air:

 

1. Persebaran Akses Pendidikan Belum Sepenuhnya Merata

Usaha peningkatan pemerataan pendidikan di Indonesia sejatinya telah dilakukan, dan hasilnya pun mulai nampak. Namun sayangnya upaya ini belum sepenuhnya berjalan secara maksimal. Hal ini terlihat jelas dari data yang ada bahwa 55% dari anak Indonesia yang berusia 15 tahun masih mengalami buta huruf. Persoalan pemerataan pendidikan di Indonesia ini adalah masalah klasik. Berbagai hambatan dalam upaya pemerataan pendidikan misalnya adalah kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas banyak pulau dan pegunungan sehingga seringkali akses transportasi menjadi sulit.

Kesulitan akses transportasi tersebut menjadikan daerah tersebut semakin terpencil dan akhirnya tertinggal. Tidak banyak orang yang mau mengabdikan dirinya untuk bekerja atau menjadi pendidik di daerah terpencil semacam itu. Di samping itu, akses yang sulit juga mengakibatkan hambatan dalam penyebaran sarana dan prasarana pendidikan.

 

2. Kualitas Sumber Daya Manusia

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan standar pendidik yang lebih tinggi pula. Seorang pendidik tak boleh puas dengan ilmu yang didapatkannya selama bangku kuliah. Ia harus berani mengembangkan ilmunya dengan studi secara mandiri secara berkelanjutan. Di samping itu, menghadapi anak zaman modern dengan kekhasannya sebagai anak milenial juga tidak mudah.

Seorang pendidik dituntut untuk bisa memahami mereka dengan segala karakteristiknya, sehingga upaya transfer ilmu dapat berjalan dengan baik. Di samping itu, keteladanan untuk menanamkan nilai-nilai karakter baik juga perlu dimiliki seorang pendidik.

 

3. Korupsi

Salah satu hambatan dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia adalah korupsi yang merajalela. Korupsi juga menjadi faktor utama sehingga kualitas pendidikan rendah. Korupsi dalam berbagai jenjang dan tingkatan, yang terjadi secara terstruktur telah merusak tatanan dan sistem pendidikan. Di samping itu, bisa dikatakan pula bahwa korupsi adalah produk gagal dari hasil pendidikan, karena selama di sekolah nilai-nilai karakter baik belum sepenuhnya dihidupi oleh para peserta didik.

 

Kesimpulan: Kualitas Pendidikan Masih Rendah

Berbagai persoalan di atas, baik menyangkut persebaran atau pemerataan pendidikan, kualitas sumber daya, maupun korupsi menjadi hambatan dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia saat ini. Inilah yang menjadikan kualitas pendidikan Indonesia masih rendah. Pembenahan akan hal itu perlu dilakukan secara bersama-sama secara terstruktur dan kerja sama yang baik dari berbagai pihak.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *