Salah satu cita-cita bangsa Indonesia yang termuat dalam Undang-Undang Dasar 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Upaya ini hanya dapat dicapai melalui pendidikan. Pendidikan menjadi pilar utama yang menjadi pondasi kemajuan bangsa, sehingga bangsa Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain. Pendidikan yang bermutu menjadi menjadi modal yang baik bagi pembangunan nasional, sehingga apa yang dicita-citakan pun tercapai.

Bagi bangsa Indonesia, bidang pendidikan seringkali masih memiliki banyak persoalan, baik itu menyangkut sumber daya alam, persebaran pendidikan, serta sarana dan prasarana yang ada. Karena itu, upaya memberdayakan aspek pendidikan adalah hal yang penting demi terselenggaranya pembangunan bangsa yang lebih maju.

 

3 Hal yang Perlu Diberdayakan dalam Pendidikan di Indonesia

Berbagai persoalan bangsa seringkali tidak lepas dari berbagai masalah dan hambatan dalam bidang pendidikan. Ada banyak hal yang perlu dibenahi dalam pendidikan di Indonesia. Namun di dalam artikel ini akan diulas setidaknya ada tiga hal utama yang perlu diberdayakan guna mengembangkan bidang pendidikan.

 

1. Sumber Daya Pendidik

Guru atau pendidik adalah elemen pokok dalam pendidikan. Dia memiliki tugas dalam mendidik serta menularkan ilmu kepada para peserta didik. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut para guru pula untuk memiliki standar pengetahuan yang semakin maju dan mendalam dari ilmu yang dikuasainya. Di samping itu, kemajuan zaman juga mengubah pola pikir dan perilaku para peserta didik, sehingga guru pun juga dituntut untuk memiliki pemahaman yang baik tentang situasi diri para peserta didik.

Salah satu persoalan yang terjadi di Indonesia adalah persebaran guru atau pendidik yang tidak merata. Tidak mudah untuk menemukan orang yang mau bekerja sepenuh hati mendidik anak-anak yang berada di daerah-daerah terpencil. Karena itu, berbagai program yang pernah dikembangkan seperti “Indonesia Mengajar” perlu terus diupayakan, sehingga pendidikan yang baik dapat dinikmati secara merata oleh seluruh anak Indonesia.

 

2. Sarana dan Prasarana Pendidikan

Salah satu persoalan klasik yang terjadi dalam pendidikan di Indonesia adalah mengenai sarana dan prasarana. Untuk sekolah-sekolah yang berada di kota mungkin tidak akan terlalu merasakan dampak dari persoalan ini. Namun bagi mereka yang berada di desa atau bahkan daerah yang terpencil, kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan adalah hal yang paling dirasakan. Masih banyak anak Indonesia yang harus berjalan kaki puluhan kilometer untuk bisa bersekolah.

Masih banyak pula anak Indonesia yang mengenyam bangku sekolah dengan sarana yang serba terbatas: tidak ada bangku, papan tulis, komputer, listrik, dan lain-lain. Persoalan keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan ini tentu menjadi hambatan yang berdampak pula pada persebaran kemajuan pendidikan. Mereka yang berada di kota akan semakin maju, sedangkan yang berada di desa akan semakin tertinggal.

 

3. Pengembangan Pendidikan Karakter

Berbagai persoalan SARA, terorisme, kekerasan, pelecehan, pembunuhan, dan aneka perbuatan yang melanggar moral seringkali bermuara dari kurangnya aspek pendidikan karakter bagi para peserta didik di sekolah. Dalam membina para peserta didik di sekolah, kiranya mereka tidak hanya dijejali dengan aneka ilmu pengetahuan kognitif, tetapi juga perlu diajar dan ditanamkan nilai-nilai karakter baik yang penting bagi mereka. Hal ini bertujuan agar para peserta didik tumbuh dan berkembang sebagai manusia yang semakin dewasa, bermoral, dan beradab.

 

Semangat Bersama dalam Memberdayakan Pendidikan di Indonesia

Perlu dukungan dari semua pihak dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia, baik dari pemerintah sebagai motor yang mengarahkan dan menyelenggarakan, para guru yang mendidik, para orang tua, dan para siswa sendiri. Dengan adanya semangat bersama dalam memajukan pendidikan, baik dari segi sumber daya guru, tersedianya sarana dan prasarana, dan terselenggaranya pendidikan karakter secara baik, maka iklim pendidikan di Indonesia akan semakin maju. Sehingga pembangunan bangsa untuk mencapai cita-cita bangsa dapat terpenuhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *